Letak Kecantikan Wanita

Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan. Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai. Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.

Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni. Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda. Apabila anda sudah melakukan semuanya itu. ingatlah senantiasa. Jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur. Dan dengan bertambahnya usia anda. anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain. Baca lebih lanjut

Iklan

Ibunda, Kenapa Engkau Menangis?

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. “Ibu. mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab. Ibu adalah seorang wanita. Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?” Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan”.
Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.”Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab, “Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Baca lebih lanjut

Saling Mencintai

Di jagat raya ini terdapat sebuah planet biru berkilauan indah. Itulah Bumi, tempat kita semua berpijak dan bernaung. Tangan-tangan Sang Maha Pencipta telah membentuk planet ini begitu cantik; tertimbang seimbang di gugusan bintang-bintang; dan terukur tepat di gerak derap sang waktu. Kehidupan tumbuh dan gugur silih berganti semenjak lima puluh milyar tahun kelahiran matahari; sebuah evolusi yang panjang, rapi dan berhatihati. Planet elok dan jagat raya yang agung; semua itu hanya demi kehidupan manusia, maha karya yang menyimpan cahaya-Nya. yang diturunkan dua juta tahun lalu di Bumi ini. Sedangkan kini matahari masih menyisakan lima milyar tahun ke depan sebelum mendidihkan air di penjuru galaksi. Baca lebih lanjut

Doa Seorang Prajurit Bagi Puteranya

Tuhanku, bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk menyadari manakala ia lemah. Dan cukup berani untuk menghadapi dirinya sendiri manakala ia takut. Manusia yang memiliki rasa bangga dan keteguhan dalam kekalahan, rendah hati dan jujur dalam kemenangan. Bentuklah puteraku menjadi seorang yang kuat dan mengerti, bahwa mengetahui serta mengenal diri sendiri adalah dasar dari segala ilmu yang benar.

Tuhanku, janganlah puteraku Kau bimbing pada jalan yan mudah dan lunak. Biarlah Kau bawa dia ke dalam gelombang dan desak kesulitan tantangan hidup. Bimbinglah puteraku. supaya dia mampu tegak berdiri di tengah badai, serta berwelas asih kepada mereka yang jatuh. Bentuklah puteraku. menjadi manusia berhati bening dengan cita-cita setinggi langit. Seorang manusia yang sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum memimpin orang lain. Baca lebih lanjut

Sebuah Renungan

Kalau kita mencoba untuk merenung sejenak dan melupakan semua kesibukan sehari-hari maka kita akan menyadari bahwa manusia jaman sekarang ini paling lama umurnya 80 tahun. Itupun sudah termasuk panjang umur. Tetapi kita sering lupa akan hal ini sehingga kita mati-matian mengejar uang, harta, jabatan dan mengabaikan hati nurani kita. Kita menginjak dan menghina orang yang tidak seberuntung kita dan kita menjilat serta mencari muka terhadap orang kaya dan berpangkat.

Kita menilai orang dari mobil, rumah, harta, atau jabatannya dan bukan pada pribadi seseorang. Ini yang membuat kita menjadi orang yang egois, serakah, sombong, materialis dan membutakan hati nurani kita sendiri. Masing-masing orang bersaing untuk saling melebihi dan pamer kekayaan, pamer rumah, pamer mobil, dan lain-lain. Padahal itu semua hanya membuat orang yang tidak seberuntung kita menjadi panas hati dan iri hati. Baca lebih lanjut

Harapanku

Semua orang pasti punya harapan, harapan adalah sebuah doa. Termasuk saya, saya juga punya banyak harapan. Harapan yang terkadang mustahil untuk terwujud, tapi tak ada yang mustahil di tangan Allah. “Kun fayakun” itu kata Allah, apa yang terjadi maka terjadilah. Mungkin saya termasuk orang yang sangat iri kalo liat seseorang yang udah sukses ataupun punya sesuatu yang saya ga punya. Tapi dari situlah saya termotivasi untuk menjadi seperti dia dengan kerja keras dan belajar dari orang-orang disekeliling saya. Harapan seseorang berbeda-beda, bahkan harapan tiap tahunpun juga berbeda. Baca lebih lanjut

Syukurku PadaMu

Sore itu dikala dia udah merasa bugar tapi masih agak meler sih sebenernya, sangat senang bisa berjumpa dengan dia kembali dalam keadaan baik-baik aja. Ga kaya 2 hari yang lalu, badan yang lesu, wajah yang pucat, dan mata yang sayu karena tubuhnya yang kurang baik dikarenakan Allah sedang memberi dia nikmat. Nikmat tiada tara yang bisa membuat seseorang bisa terlebur dosa-dosanya yaitu “Sakit”. Senyuman bisa kembali terlihat dari bibir tipisnya, dan raut wajah yang udah mulai bersinar (mungkin karena waktu itu habis mandi kali ya? 🙂 ). Tuhan memang mendengarkan doaku, doa dia dan doa semua orang, dalam status  Facebook saya tertulis “Ya Rabb Lindungi dia dr tidurnya,buatlah dia sehat ketika bangun…sungguh Engkaulah yg bs buat dia sembuh”. Inilah sebuah bisikanku pada sang pemberi sakit, dan ternyata Tuhan mendengar bisikanku.  Baca lebih lanjut