Dia yang Sedang Sakit

7 Maret 2011 tepatnya jam 10 pagi, Dia datang dengan wajah yang berseri-seri. “Lho kok kesini? gaย  sms dulu kalo mau kesini?” tanya saya dengan terkejut. Padahal waktu itu saya habis mandi dengan telanjang dada, malu banget coy…..๐Ÿ™‚ “Katanya sakit?” jawab dia sambil masuk kerumah. Kebetulan waktu itu ada ibu saya lagi ngelonin Danesh (ponakan saya) yang sedang sakit. Dia langsung salim ma ibu saya sambil tanya “apa kabar bu? Danensnya lagi sakit ya bu?”. Dia kerumah katanya mau jenguk saya yang sakit gara-gara liburan ke Jogja, memang sih sebenarnya saya sakit cuma mriang doang. Tapi mriangnya dari hari sabtu sebelum berangkat ke Jogja, mungkin kecapean ngurus Khitanan Massal dan Maulidirrosul di Masjid kampung saya. Tapi sakit ini ga menghilangkan semangatku ikut liburan ke Jogja bareng orang-orang kantor, mumpung gratis coy…..๐Ÿ™‚

Obrolan demi obrolan berlangsung antara aku, dia dan ibuku. Dia yang begitu berseri ga keliatan kaya orang sakit ternyata dia sendiri juga sakit. Awalnya ga pa2 sih sampai dia saya antar pulang, saya ketemu dengan ibunya dan ditanya “katanya mriang mir?”. “Iya bu gara-gara liburan ke jogja, mungkin kecapean” jawab saya dengan wajah memelas.

Dia sebenarnya udah ngrasa ga enak badan tapi dipaksakan maen kerumah, mungkin karena rasa kuatirnya dia sama saya. Bersyukur banget punya pacar yang perhatian kaya dia. Jam 2 siang saya pulang dengan harapan dia juga baik-baik saja.

Jam 5 sore saya dapat kabar kalo keadaan dia semakin ga baik, badannya makin panas dan perutnya mual-mual. “tadi kayanya baik-baik saja?” tanya saya lewat sms. “Iya sih…mungkin gara-gara ditemenin popo (sebutan sayangnya dia ke saya)ย  jadi ga krasa sakitnya, tapi waktu ditinggal pulang jadi sakit beneran” jawab dia….

Rencana habis maghrib saya mau nganter dia ke Rumah Sakit Islam Pekajangan (salah satu rumah sakit di Pekalongan) tapi hujan turun dengan derasnya dan petir juga menyambar dengan brutalnya. Kamipun ga jadi kesana, cuma tak temenin dengan bonusan telepon selama 1 jam buat obat sakitnya dia. Berharap dengan telepon tersebut sakitnya jadi ga terasa, memang betul dia agak mendingan setelah saya temenin ngobrol sampai mulut ini bengor. Tepat jam 9 malam saya suruh dia istirahat dan minum obat semoga besok dia baikan dan bisa beraktivitas lagi seperti biasanya.

Kata pak kyai Allah memberikan sakit kepada hamba-Nya buat pelebur dosa, dan sakit adalah bukti Allah sayang sama hamban-Nya. Lindungi dia ya Allah dan berikanlah dia Kesehatan selalu…..Amin

This entry was posted in Curhat and tagged by ameermuh. Bookmark the permalink.

About ameermuh

Seorang manusia biasa yang ingin selalu belajar dalam segala hal dan menjadikan hidup ini sebuah proses, proses pendewasaan, proses pembelajaran dan proses kehidupan. Kini aku masih selalu berharap agar Allah selalu menjadikan aku makhluk yang rendah hati, baik, jujur dan selalu berada di jalan yang benar.

23 thoughts on “Dia yang Sedang Sakit

  1. Terimakasih sudah mampir ke blog saya Mas.
    Sudah lama bikin blognya…
    Bisa bagi-bagi ilmunya dong.
    Salam kenal kembali.

  2. Kadang apa yg kita harapkan belum tentu itu yg kita dapatkan. Apa yg kita impikan blm tentu itu jd kenyataan. Yg Maha tau semuanya adalah sang pemilik jgat raya ini, walaupun usaha dan doa selalu dalam lgkah kita tp allah yg menentukan sgala2nya. Segala jnis momentum adalah pembelajaran buat kita.

    Semoga langgeng & bsa saling pengertian… cepet sembuh bt semuanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s